Jika Engkau Mencintai Allah maka Ikutilah Nabi Muhammad

Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Menuntut Ilmu adalah Kewajiban kita

“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. (HR. Ibnu Majah)

Tauhid adalah pokok dari agama

Tauhid (Arab :توحيد), adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Dibagi atas tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat.

Pemuda Mengubah Dunia

Bila kita buka kembali sejarah bahwa konstatinopel ditaklukkan oleh seorang pemuda, Muhammad Al-Fatih


Ebook Murah Belajar Service Laptop ++
Showing posts with label Popular. Show all posts
Showing posts with label Popular. Show all posts

Sunday, December 30, 2012

WIDGET RADIO-RADIO ISLAM

Alhamdulillah,
setelah dicari-cari ternyata ditemukan url radio islam online + widget untuk memasangnya di blog


Saturday, December 29, 2012

TENTANG JIDAT YANG HITAM KARENA BEKAS SHOLAT

Bismillah,
Ada banyak penyebab alamiyah mengapa jidat seseorang itu menghitam karena bekas Sholat (sujud)

Sebab-seba Umum :
1. Karena kulit dikening memang sensitif, sehingga tekanan yang rutin ketika ia bersujud akan meninggalkan bekas.

2. Karena ia rutin melakukannya (sholat 5 waktu ) setiap hari seumur hidup dari ia mulai dewasa sampai sekarang.

Sebab-sebab Khusus :
1. Orang yang sholat hanya 17 rakaat sehari, agak sulit untuk meninggalkan bekas tanda hitam di jidat. Bekas sholat di jidat biasanya diperoleh oleh orang yang banyak sekali melakukan sholat Sunnat (Tathowwu) diluar sholat wajib yang 17 rakaat itu.

Katakanlah ia selalu sholat Tahiyatul Wudhu ketika selesai wudhu, ia sholat Qobliyah pada sholat2 Fardhu yang ada padanya qobliyah, ia sholat Ba’diyah pada sholat2 Fardhu yang ada padanya ba’diyah, ia sholat Dhuha, ia sholat Qiyamul Lail/Tahajjud dan Witir, ia sholat Tahiyatul Masjid, ia sholat Sunnat Fajar, ia sholat Sunnat Mutllak, ia sholat 2 rakaat antara Adzan dan Iqomah. Hal itu ia lakukan rutin setiap hari. Maka tidak kurang dari 60 rakaat ia sholat dalam sehari semalam.

2. Lama sujud yang hanya 5 sampai 8 detik agak sulit untuk meninggalkan bekas tanda hitam di jidat. Bekas sholat di jidat biasanya diperoleh oleh orang yang lama dalam melakukan sujud (dalam sujud ia banyak berdoa), hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
“Orang yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa ketika sujud” (SHAHIH, HR Muslim, Baihaqi. Abu Awanah)

3.Sujud dengan menekan, bukan sujud asal menempel jidat dengan lantai/sajadah, ini sesuai dengan Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
“Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan” (SHAHIH, HR Abu Daud dan Ahmad)

“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menekankan hidung dan dahi ke tanah” (SHAHIH, HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak sah shalat seseorang bila hidung dan dahinya tidak menekan ke tanah” , (HR, Daraquthni, Thabarani dan Abu Nu’aim)

Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata :
“Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya` sedangkan beramal karena manusia adalah kesyirikan, adapun yang namanya ikhlash adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.”
Maksud beliau adalah apabila ada seseorang meninggalkan amal kebaikan karena takut riya` seperti dia tidak mau shalat sunnah karena takut riya’, berarti dia sudah terjatuh pada riya` itu sendiri. Yang seharusnya dia lakukan adalah tetap melaksanakan shalat sunnah walaupun di sekitarnya ada orang dengan tetap berusaha untuk ikhlash dalam amalnya tersebut.
[Lihat: Tazkiyyatun Nufuus, karya Ibnu Rajab, Ibnul Qayyim dan Abu Hamid, hal.17].

Maka, nasehat saya untuk diri saya sendiri dan kita semua adalah :
Barang siapa sengaja rajin sholat supaya jidatnya terlihat hitam, agar disegani oleh orang lain, agar dipuji orang lain, agar terlihat orang, agar dibilang Shaleh, maka sesungguhnya ia telah Riya' yang sudah mengarah kepada kesyirikan sebagaimana perkataan Fudhail bin iyadh diatas, dan boleh jadi sholatnya sia-sia”.

Sholatlah karena Allah ta'ala semata dan lakukan dengan cara yang Ittiba kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Insya Allah sholat kita tidak akan sia-sia.

http://abuayaz.blogspot.com

Friday, December 28, 2012

Gemerlap Tahun Baru, Jangan Latah

Entah direncanakan atau sekadar latah, pada malam itu orang-orang seakan secara serempak melonggarkan moralitas dan kesusilaan. Bunyi terompet diselingi gelak tawa (bahkan dengan minuman keras) bersahut-sahutan di setiap tempat. Sepeda motor mengepulkan asap hingga mirip ‘dapur berjalan’ meraung-raung. Mobil-mobil membunyikan klakson sepanjang jalan. Cafe, diskotik dan tempat-tempat hiburan malam sesak padat. Orang-orang ‘tumpah’ di jalanan dengan satu tujuan: merayakan Tahun Baru.

Sebenarnya tahun Masehi adalah tahun yang baru bagi bangsa Indonesia, karena ia tidak memiliki akar kultur dan tradisi dalam sejarah bangsa ini. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung anggapan ini.

Pertama, latarbelakang sosio-historis. Berlakunya tahun Masehi tidak bisa dipisahkan dari pengaruh teologi (keagamaan) Kristen, yang dianut oleh masyarakat Eropa. Kalender ini baru diberlakukan di Indonesia pada tahun 1910 ketika berlakunya Wet op het Nederlandsch Onderdaanschap atas seluruh rakyat Hindia Belanda.

Kedua, karena latarbelakang teologis. Sebagaimana diketahui, kalender Gregorian diciptakan sebagai ganti kalender Julian yang dinilai kurang akurat, karena awal musim semi semakin maju, akibatnya, perayaan Paskah yang sudah disepakati sejak Konsili Nicea I pada tahun 325, tidak tepat lagi.

Jadi jelas, apa yang ada saat ini, merayakan tahun baru masehi adalah bukan berasal dari budaya kita, kaum muslimin, tapi sangat erat dengan keyakinan dan ibadah kaum Nasrani.

Hari raya merupakan hari paling berkesan dan juga merupakan simbol terbesar dari suatu agama. Karenanya, seorang muslim tidak boleh mengucapkan selamat kepada umat nasrani atas hari raya mereka. Hal ini sama saja dengan meridhai agama mereka dan juga berarti tolong-menolong dalam perbuatan dosa. Padahal Allah telah melarang kita dari hal itu. Allah Azza Wajalla berfirman, artinya:

“Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2).

Harusnya kita sadar, maraknya perayaan tahun baru merupakan sebuah upaya yang dilakukan orang kafir untuk meracuni akidah Islam yang murni tertanam dalam diri umat Islam. Perayaan tahun baru dikemas begitu apik hingga tanpa sadar kita jauh dari nilai-nilai Islam. Terlepas dari segala bentuk acaranya, keterlibatan dalam perayaan tahun baru telah membawa kaum muslimin secara tidak langsung membenarkan ajaran agama selain Islam.

Lalu bagaimana hukum merayakan tahun baru dengan niat bukan menghormati kelahiran Yesus Kristus dalam keyakinan agama Nasrani? Ya….!, sekadar senang-senang dan refreshing.
Ada baiknya kita menyimak ucapan Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu, “Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka, pada hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka.” (HR. Baihaqi).
Umar Radhiyallahu ‘Anhu juga berkata, "Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka." (HR. Baihaqi).

Wallahu a’lam

 dari : rumah rohis

REMPELAS.com Aman dalam Berbagi
DAPAT UANG