Jika Engkau Mencintai Allah maka Ikutilah Nabi Muhammad

Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Menuntut Ilmu adalah Kewajiban kita

“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. (HR. Ibnu Majah)

Tauhid adalah pokok dari agama

Tauhid (Arab :توحيد), adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Dibagi atas tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat.

Pemuda Mengubah Dunia

Bila kita buka kembali sejarah bahwa konstatinopel ditaklukkan oleh seorang pemuda, Muhammad Al-Fatih


Ebook Murah Belajar Service Laptop ++
Showing posts with label Semangat. Show all posts
Showing posts with label Semangat. Show all posts

Friday, September 21, 2012

Yakinlah Kepada Allah Bahwa Kita Bisa Berhasil

Berbicara tentang sebuah keberhasilan dari cita-cita, tidak hanya berbicara tentang usaha dan tindakan, tapi ada suatu faktor keberhasilan yang sering dilupakan oleh banyak orang, yaitu adanya kehendak dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bagaimana mungkin kita yang sangat lemah ini bisa melakukan sesuatu hingga mencapai keberhasilan tanpa adanya kehendak dari Allah Subhanahu wa Ta'ala?

Allah Subhanahu wa Ta'ala Berfirman

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. (QS. Ali Imran : 26)

Wahai saudaraku,
terkadang kita sulit untuk menempuh sebuah proses menuju keberhasilan dalam perkara dunia, pusing, lelah, letih, dan bahkan bisa setres. Begitulah dunia yang akan menyebabkan kita lelah apabila dalam jiwa kita tidak menghiasinya dengan sesuatu yang membuat kita dekat dengan Dzat Yang Maha Berkuasa atas diri kita. Mungkin kita terlalu sombong, berusaha siang malam mengejar cita-cita dan tidak ada dalam benak kita bahwa ada penentu keberhasilan yang paling besar daripada jerih payahnya.


"Aku sudah membuktikan"
Memang bisa, karena Allah memberikan keberhasilan atau kejayaan kepada siapa yang Dia kehendaki, seperti halnya saat ini orang-orang kafir berkuasa, itu semua juga karena kehendak Allah yang sudah di firmankan bahwa kekuasaan dunia ini akan digilirkan.

Lalu pertanyaannya, apakah kita akan menggunakan metode orang-orang musyrikin untuk mencapai keberhasilan di dunia?

Tidak kawan,,
Allah itu Maha Kaya, Maha Tahu, dan Sangat besar cinta-Nya kepada hamba-hamba-Nya di bandingkan para orang kafir,, mereka memang lebih maju tapi mereka tak pernah bisa puas dan bahagianya sangatlah pendek, sedangkan kita bisa meraih kebahagiaan di kedua alam, yaitu dunia dan akhirat. Jadi kita unggul sangat jauh dibandingkan mereka.

Yakinlah,,
apabila kita dekat kepada Allah dan Allah ridha kepada kita, maka apa yang kita inginkan dapat tepenuhi (fikiran harus dewasa). Terus berusaha untuk memperjuangkan agama Allah maka Allah pun akan membantu kita.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad[47]: 7).

 Jadi mulai sekarang,,
robak habis semua mindset kita dalam perkara dunia, jadikan dunia sebagai lintasan menuju akhirat. Buatlah titik ujung dalam perkara dunia kita berupa keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi.

Apabila kita hanya mengejar dunia, maka yang kita dapatkan hanya rasa lelah dan kerugian.




Mulailah dari perkara yang kecil, yaitu memulai aktivitas dengan basmallah dan mengakhirinya dengan hamdalah agar aktivitas kita menjadi berkah. Don't forget untuk terus menuntut ilmu agama, agar kita tak menjadi budak nafsu kita sendiri dan mudah terperdaya oleh godaan setan.






Kuncinya YAKIN dan JALANILAH DENGAN KEYAKINAN ITU, maka Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang TERSENYUM BAHAGIA dan Allah mempercayakan kita untuk MENERIMA KEBERHASILAN DI DUNIA, karena Allah yakin bahwa Kita Bisa menegakkan AGAMA-NYA.

========

My Notes

Saturday, September 15, 2012

Antara Rohis dan Teroris




Rohis berasal dari kata "Rohani" & "Islam". Bukan sekedar singkatan tetapi merupakan lembaga atau perkumpulan pemuda untuk memperkuat islam. Rohis biasanya merupakan organisasi ekstrakurikuler disekolah yang dibuat oleh pihak sekolah atau murid itu sendiri yang menggagas membentuk rohis.


Ada beberapa alasan setiap sekolah membentuk rohis:


1. Jam belajar keislaman itu terbatas. 2 jam bro ...? cukup? tidak ! Dengan membentuk Rohis. Sekolah terbantu dalam pengajaran bimbingan keislaman. Karena materi yang tidak diajarkan di sekolah bisa diajarkan dirohis. Seperti baca tulis quran, hapalan qur'an, pemahaman lebih mendalam materi di sekolah, hingga belajar organiasi.

2. Untuk meningkatkan moral siswa. Siswa pintar itu banyak. Tetapi siswa yang bermoral itu sedikit. Maka dengan adanya rohis, bagian konseling terbantu. Coba sekali-sekali meneliti sekolah yang ada rohisnya dengan tidak ada. Berapa banyak yang bermoral? Berapa banyak yang tawura. Buatlah grafik.3. Bukan hanya moral saja. Tetapi juga melatih kecerdasan. Lo kok bisa? Rohis terkenal kekompakannya. Hingga dari rohis dibentuklah bimbingan belajar dari kakak kelas. Dahulu di SMA, kami membuat bimbingan belajar untuk adik kelas kami. Alhamdulilllah terbantu. Bagaimana bimbingan belajarnya apakah masih jalan. Ya, masih jalan.Lah itu sih bisa dibuat oleh Osis? atau organisasi lain?


Kenyataannya berbeda.


Rohis sudah dikenal oleh masyarakat sejak lama. Sampai hingga kini penulis belum menemukan rujukan asal mula tercipta kata Rohis hingga penggagasnya. Siapapun itu, semenjak organisasi rohis itu berdiri dan menyebarkan virus domino ke berbagai sekolah telah menimbulkan dampak besar bagi kemajuan murid-murid sekolah.

Susunan organisasi rohis seperti layaknya OSIS (Organisasi Intra Sekolah). Ada Ketua, Bendahara, Sekretaris, dan divisi yang membantu. Bahkan jika rohis itu maju. Maka nama struktur organisasinya lebih profesional. Yaitu, presiden, wakil presiden, Sekretaris Jendral, hingga departemen bidang.

Dahulu jilbab dilarang di setiap sekolah. Kini, lihatlah berapa banyak orang berjilbab di sekolah.Dahulu belajar mengaji itu tidak diperbolehkan, hingga setiap orang bersembunyi untuk belajar ilmu Islam. Kini, setiap orang bisa mengaji, dan mengambil materi dimana saja.Apakah itu bukan peran serta dari Rohis? Alhamdulillah Rabb Semesta Alam memberikan Kuasa-Nya.Lalu bagaimana dengan teroris?

Teroris memenurut Prof. M. Cherif Bassiouni, ahli Hukum Pidana Internasional, tidak mudah mengartikan kata ini. mengingat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan membentuk Ad Hoc Committee on Terrorism tahun 1972 yang bersidang selama tujuh tahun tanpa menghasilkan rumusan  definisi.

Menurut Black's Law Dictionary,
Terorisme adalah kegiatan yang melibatkan unsur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum pidana (Amerika atau negara bagian Amerika), yang jelas dimaksudkan untuk: a. mengintimidasi penduduk sipil. b. memengaruhi kebijakan pemerintah. c. memengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan .

Disepakati oleh kebanyakan ahli tindakan yang tergolong kedalam tindakan Terorisme adalah tindakan-tindakan yang memiliki elemen:
  1. kekerasan
  2. tujuan politik
  3. teror/intended audience.
Definisi akademis tentang Terorisme tidak dapat diselaraskan menjadi definisi yuridis. Sejauh ini terorisme dapat dikategorikan sebagai kejahatan hukum internasional bila memenuhi 12 konvensi multitateral, yaitu :
  1. Convention on Offences and Certain Other Acts Committed On Board Aircraft (“Tokyo Convention”, 1963).
  2. Convention for the Suppression of Unlawful Seizure of Aircraft (“Hague Convention”, 1970).
  3. Convention for the Suppression of Unlawful Acts Against the Safety of Civil Aviation (“Montreal Convention”, 1971).
  4. Convention on the Prevention and Punishment of Crimes Against Internationally Protecred Persons, 1973.
  5. International Convention Against the Taking og Hostages (“Hostages Convention”, 1979).
  6. Convention on the Physical Protection of Nuclear Material (“Nuclear Materials Convention”, 1980).
  7. Protocol for the Suppression of Unlawful Acts of Violence at Airports Serving International Civil Aviation, supplementary to the Convention for the Suppression of Unlawful Acts against the Safety of Civil Aviation, 1988.
  8. Convention for the Suppression of Unlawful Acts Against the Safety of Maritime Navigation, 1988.
  9. Protocol for the Suppression of Unlawful Acts Against the Safety of Fixed Platforms Located on the Continental Shelf, 1988.
  10. Convention on the Marking of Plastic Explosives for the Purpose of Detection, 1991.
  11. International Convention for the Suppression of Terrorist Bombing (1997, United Nations General Assembly Resolution).
  12. International Convention for the Suppression of the Financing of Terrorism, 1999.
Menurut Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat 1,

Tindak Pidana Terorisme adalah segala perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini. Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme, diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme), Pasal 6, 7, bahwa setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme, jika:
  1. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6)[28].
  2. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 7)[29].
Lalu apa hubungan rohis dengan teroris? Jelas tidak ada. Tidak ada dalam visi misi setiap organisasi sekolah adalah memberikan pengarahan seperti alasan yang ditayangkan di stasiun televisi.Setiap ulama, atau ustad yang mengisi di Rohis memberikan pengarahan yang benar untuk menuju Islam Kaffah (Menyeluruh). Apakah salah jika Indonesia ini seperti yang diharapkan para pendahulu dalam tujuh kata yang hilang.Jika alasan analisis tersebut seperti itu. Secara halus berarti melarang rohis dibentuk disetiap sekolah.

Entah dari mana penelitian seorang profesor sekaligus guru besar itu. Dalam melakukan penilitian diperlukan beberapa metode yang mendukung analisis itu layak atau tidak. Jika dilihat dari analisis sang profesor, kemungkinan kesalahannya analisisnya yaitu meneliti beberapa tahun ini saja. Seharusnya diperlukan informasi dari segi sejarah, tujuan, statistik, hingga dampaknya. Tapi dari hasil analisinya ia mengabaikan sejarah rohis, tujuan, dan dampak terbentuknya rohis disetiap sekolah hingga kini.


Kesalahan seperti itu sebenarnya tidak bisa ditolerir, mengingat status dan pangkatnya itu.


Rohis dan Teroris tidak bisa dihubungkan seperti itu. Hingga membuat analisis pola perekrutan. Masalah teroris baru beberapa tahun ini saja. dan tidak bisa dibuat pola seperti itu. Karena rohis telah berdiri dan ada di Indonesia sejak lama. Dan telah menghasilkan pemuda-pemuda berkualitas.


Sumber:
___.___.Definisi Terorisme.http://id.wikipedia.org/wiki/Definisi_terorisme:__

___.___.Rohis. http://id.wikipedia.org/wiki/Definisi_:__

Thursday, August 30, 2012

Kemenangan Besar Buah Keberanian Besar

Mati syahid adalah sebuah kemenangan besar, bahkan kemenangan paling besar. Namun untuk mati syahid bukanlah suatu kemenangan yang mudah dicapai. Mati syahid memerlukan keberanian yang luar biasa. Tanpa keberanian tidak akan yang namanya mati syahid.

Begitu juga dengan kemenangan yang lain. Setiap kemenangan memerlukan keberanian. Semakin besar kemenangan maka semakin besar keberanian yang diperlukan. Ini adalah suatu konsekuensi yang logis. Tidak adil rasanya jika kemenangan besar bisa diraih dengan keberanian yang kecil. jadi jika Anda mengharapkan kemenangan besar, maka Anda perlu memiliki keberanian yang besar pula.

Biasanya dibalik sukses besar selalu ada resiko besar. Resiko inilah yang sering ditakuti oleh orang. Resiko adalah suatu konsekuensi dari setiap kemenangan, kita tidak bisa menghindari resiko. Karena tidak ada suatu kemenangan tanpa resiko. Menghindari resiko berarti menghindari sukses.

Resiko muncul dalam berbagai bentuk dan ragam. Resiko menjadi bagian alami dalam perbaikan berbagai bidang. Setiap kita mengambil keputusan, berati pula kita mengundang resiko. Namun kita berdiam diri diri pun kita akan berhadapan dengan resiko. Resiko, sekali lagi, tidak bisa kita hindari dan memang bukan untuk kita hindari.

Perbaikan diri hanya akan dicapai jika kita mau mengambil resiko. Upaya menemukan sebuah pulau berarti kita harus meninggalkan pulau kita yang lama. Tanpa meninggalkan pulau berarti kita tidak akan pernah menemukan pulau yang baru.

Oleh karena itu, tumbuhkan keberanian dalam diri Anda untuk menempuh perjalanan yang beresiko demi mencapai kemenangan besar. Tentu saja bukan keberanian yang membabi buta, bukan juga keberanian yang nekat, bukan juga keberanian demi meraih hal yang tidak bermanfaat, tetapi keberanian menempuh resiko untuk kehidupan yang lebih baik.

by. I-S

Sunday, August 12, 2012

[JANGAN HALANGI AKU MEMBELA RASULULLAH] (Kisah MUJAHIDAH MUSLIMAH SEJATI)"




Hari itu Nusaibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nusaibah menebak, itu pasti tentara  musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud.
Dengan bergegas, Nusaibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. "Suamiku tersayang," Nusaibah berkata, "aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang."
 Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nusaibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.
"Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang...."
Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja.
 Di rumah, Nusaibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup.
"Ibu, salam dari Rasulullah," berkata si penunggang kuda, "Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid..."
 Nusaibhah tertunduk sebentar, "*Inna lillah*....." gumamnya, "Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.
 Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nusaibah memanggil Amar.  Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, "Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi.
Maukah engkau melihat ibumu bahagia?"
 Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar.
"Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi."
 Mata amar bersinar-sinar. "Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah."
 Putra Nusaibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. "Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur."
 Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. "Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu...."
 Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nusaibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, "Ada kabar apakah gerangan kiranya?" serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, "apakah
anakku gugur?"
 Utusan itu menunduk sedih, "Betul...."
  *Inna lillah*...." Nusaibah bergumam kecil. Ia menangis.
 "Kau berduka, ya Ummu Amar?"
 Nusaibah menggeleng kecil. "Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak."
 Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, "Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani."
Nusaibah terperanjat. Ia memandangi putranya. "Kau tidak takut, nak?"
Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nusaibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu.
Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, "Allahu akbar!"

Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nusaibah. Mendengar berita kematian itu, Nusaibah meremang bulu kuduknya. "Hai utusan," ujarnya, "Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang."
Sang utusan mengerutkan keningnya. "Tapi engkau perempuan, ya Ibu...."
Nusaibah tersinggung, "Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?"
Nusaibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nusaibah. Setelah itu,  Rasulullah pun berkata dengan senyum. "Nusaibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan
mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur."
Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nusaibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir.
Timbul kemarahan Nusaibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nusaibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai
singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda.
Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nusaibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas'ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera  mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas'ud mengenalinya,
"Istri Said-kah engkau?"

Nusaibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, "bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?"
"Beliau tidak kurang suatu apapun..."
"Engkau Ibnu Mas'ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku...."
"Engkau masih luka parah, Nusaibah...."
"Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?"
Terpaksa Ibnu Mas'ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nusaibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya.
Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, "Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nusaibah, wanita yang perkasa."

Sumber: http://dakwatuna.com

REMPELAS.com Aman dalam Berbagi
DAPAT UANG