Jika Engkau Mencintai Allah maka Ikutilah Nabi Muhammad

Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Menuntut Ilmu adalah Kewajiban kita

“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim. (HR. Ibnu Majah)

Tauhid adalah pokok dari agama

Tauhid (Arab :توحيد), adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Dibagi atas tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat.

Pemuda Mengubah Dunia

Bila kita buka kembali sejarah bahwa konstatinopel ditaklukkan oleh seorang pemuda, Muhammad Al-Fatih


Ebook Murah Belajar Service Laptop ++
Showing posts with label Remaja Muslim. Show all posts
Showing posts with label Remaja Muslim. Show all posts

Sunday, January 13, 2013

Menjadi Muslimah Cantik Nan Cerdas

Menjadi Muslimah Cantik Nan Cerdas
Menjadi Muslimah Cantik Nan Cerdas
Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin terpancar. Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan tidak diusahakan untuk dimilikinya?

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya.
Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan atau perempuan kasar.

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak akan ada pula kecantikan yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita.
Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.
Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan. Kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala.
Jika hal tersebut dipenuhinya, maka kecantikan yang ada padanya tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat wanita tersebut dengan nafsu. Atau dengan kata lain wanita tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi benar benar punya kelas dan partner handal untuk diajak berdebat.

Jadi, kecantikan dan kecerdasan bukanlah dua sisi yang harus dipilih namun harus digabungkan. Hal ini karena jika dua pesona itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin indah.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris mendekati sempurna.
Selanjutnya, wanita seperti ini tentunya juga akan lebih mudah dipilih oleh laki- laki yang sholeh dari pada mereka yang hanya terlihat sibuk untuk tampil indah dengan rangkaian perhiasan bling bling di tubuhnya saja.

(Syahidah/voa-islam.com)

Friday, September 21, 2012

Yakinlah Kepada Allah Bahwa Kita Bisa Berhasil

Berbicara tentang sebuah keberhasilan dari cita-cita, tidak hanya berbicara tentang usaha dan tindakan, tapi ada suatu faktor keberhasilan yang sering dilupakan oleh banyak orang, yaitu adanya kehendak dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bagaimana mungkin kita yang sangat lemah ini bisa melakukan sesuatu hingga mencapai keberhasilan tanpa adanya kehendak dari Allah Subhanahu wa Ta'ala?

Allah Subhanahu wa Ta'ala Berfirman

Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. (QS. Ali Imran : 26)

Wahai saudaraku,
terkadang kita sulit untuk menempuh sebuah proses menuju keberhasilan dalam perkara dunia, pusing, lelah, letih, dan bahkan bisa setres. Begitulah dunia yang akan menyebabkan kita lelah apabila dalam jiwa kita tidak menghiasinya dengan sesuatu yang membuat kita dekat dengan Dzat Yang Maha Berkuasa atas diri kita. Mungkin kita terlalu sombong, berusaha siang malam mengejar cita-cita dan tidak ada dalam benak kita bahwa ada penentu keberhasilan yang paling besar daripada jerih payahnya.


"Aku sudah membuktikan"
Memang bisa, karena Allah memberikan keberhasilan atau kejayaan kepada siapa yang Dia kehendaki, seperti halnya saat ini orang-orang kafir berkuasa, itu semua juga karena kehendak Allah yang sudah di firmankan bahwa kekuasaan dunia ini akan digilirkan.

Lalu pertanyaannya, apakah kita akan menggunakan metode orang-orang musyrikin untuk mencapai keberhasilan di dunia?

Tidak kawan,,
Allah itu Maha Kaya, Maha Tahu, dan Sangat besar cinta-Nya kepada hamba-hamba-Nya di bandingkan para orang kafir,, mereka memang lebih maju tapi mereka tak pernah bisa puas dan bahagianya sangatlah pendek, sedangkan kita bisa meraih kebahagiaan di kedua alam, yaitu dunia dan akhirat. Jadi kita unggul sangat jauh dibandingkan mereka.

Yakinlah,,
apabila kita dekat kepada Allah dan Allah ridha kepada kita, maka apa yang kita inginkan dapat tepenuhi (fikiran harus dewasa). Terus berusaha untuk memperjuangkan agama Allah maka Allah pun akan membantu kita.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad[47]: 7).

 Jadi mulai sekarang,,
robak habis semua mindset kita dalam perkara dunia, jadikan dunia sebagai lintasan menuju akhirat. Buatlah titik ujung dalam perkara dunia kita berupa keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi.

Apabila kita hanya mengejar dunia, maka yang kita dapatkan hanya rasa lelah dan kerugian.




Mulailah dari perkara yang kecil, yaitu memulai aktivitas dengan basmallah dan mengakhirinya dengan hamdalah agar aktivitas kita menjadi berkah. Don't forget untuk terus menuntut ilmu agama, agar kita tak menjadi budak nafsu kita sendiri dan mudah terperdaya oleh godaan setan.






Kuncinya YAKIN dan JALANILAH DENGAN KEYAKINAN ITU, maka Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang TERSENYUM BAHAGIA dan Allah mempercayakan kita untuk MENERIMA KEBERHASILAN DI DUNIA, karena Allah yakin bahwa Kita Bisa menegakkan AGAMA-NYA.

========

My Notes

Tuesday, September 11, 2012

Urgensi Management Kematian #Rehab Hati Bag 14

Bayangkanlah seorang pilot yang sedang menerbangkan pesawat. Katakanlah pesawat itu terbang dari Jakarta menuju Riyadh menempuh 10 jam perjalanan di ruang udara. Pesawat itu berhasil lepas landas dengan sempurna dari Jakarta dan kini terbang di atas samudra Hindia.

Setelah menempuh perjalanan 8 jam, pesawat telah berada di teluk oman dekat kawasan dubai. Hanya dua jam lagi pesawat dijadwalkan mendarat di kota Riyadh. Disana tiba-tiba angin kencang dan udara basah dengan hujan, tapi badan pesawat tetap stabil karena sang pilot professional hingga bisa melewati berbagai keadaan kritis di udara..

Setelah badai berlalu, tubuh pesawat itu stabil dan perjalanan begitu mulus....

Hanya 30 menit lagi mendarat di bandara. Tapi setelah hampir 10 jam di udara, sang pilot pun lelah. Meski lelah ia sadar perjalanan masih belum selesai, mendaratkan pesawat dari ketinggian 20 kilometer di udara bukan hal yang mudah bagi yang tidak tahu ilmunya.

Sang pilot teramat sadar, jika 5 menit saja dia lengah atau terlelap maka pesawat akan celaka!

Sang pilot tetap tegar dan fokus kepada bandara yang akan ia singgahi. Hingga akhirnya pesawat landing dengan sempurna!

Pesawat yang landing dengan sempurna itu laksana sebuah "Khusnul Khatimah".

Khusnul Khatimah, atau kematian yang baik itu akan kita miliki dengan perjuangan panjang melintasi berbagai tantangan melelahkan, disertai dengan ketelitian, fokus, ilmu dan sebuah kesadaran penuh bahwa kita akan mendarat di negeri lain dengan selamat!

Kesadaran inilah yang akan membuat ruh dalam raga kita tetap menjaga fokus secara kontinuitas untuk mengarahkan semua aktifitas fikiran dan aktifitas keseluruhan tubuh dengan misi bisa berlabuh dengan selamat di negeri Akhirat.

Tentu seorang pilot yang professional tidak akan pernah berfikir; "Ah wajar.. saya lelap hanya lima menit, toh saya telah bekerja selam lima jam..".

Tidak, tidak begitu. Seorang pilot professional akan memikirkan tentang effect dari lima menit dari kelalaian itu bagi nasib peswat.

Bayangkan saja, jika diakhir dari 10 jam perjalanan tadi, si pilot tertidur sebelum pesawat mendarat. Meskipun ia sukses terbang dari Jakarta dan mampu melewati samudra hindia, tetap saja media akan memberitakan atau menilai bahwa “sang pilot tidak professional” atau ceroboh hingga pesawat jatuh atau mendarat dengan tidak sempurna. Hingga badan pesawat terbakar, dan semua penumpangnya menderita.

Tubuh kita ini tak ubahnya seperti badan pesawat, dan pilotnya adalah hati kita. Suasana hati kitalah yang mempengaruhi fikiran. Fikiran dan hati kita harus tetap fokus agar tubuh ini selamat. Agar tubuh ini tidak terjatuh di jurang Neraka atau berakhir dengan kisah “suul khatimah”.

Naudzubillahimindzalik..

Sahabat pena, lalu bagaimana agar sang pilot dan pesawatnya berhasil mendarat dengan mulus?

Dalam logika ilmiah kita, jawaban terbaik adalah, bahwa si pilot tadi harus meminta petunjuk dan berkomunikasi dengan sumber signal dan informasi yang akan membantunya mendarat di bandara tujuan di negeri lain tersebut. Tentu saja hal ini diperlukan adanya pengetahuan dan pelatihan yang akan membuatnya professional dan komitment dalam tugasnya untuk menerbangkan pesawat

Analogi yang sama dengan manusia yang harus senantiasa menjaga komunikasi dengan Tuhannnya agar ia bisa bekerja dengan maksimal sesuai professinya, baik profesionalisme dalam beramal ataupun beradab dengan Tuhan dan juga mahluk-mahluk-Nya.

Adapun pengetahuan yang harus dikuasai adalah syariah Islam sendiri, al Islam yang telah digariskan dalam Al Qur'an dan dijelaskan dengan terang benderang oleh sunnah-sunnah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam. Memang, hiruk pikuk akhir jaman ini membuat kita seakan berdiri diantara dua tebing, dari tepiannya terdengar berbagai seruan. Tanpa pengetahuan syariah, maka hasilnya adalah bingung dan ragu. [ ]

Tidak mungkin Allah Subhannahu wa Ta’ala ingin membuat kita bingung, Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tentu ingin membuat kita bahagia dan teristimewa baik di dunia ataupun akhiratnya. Ilmu itu adalah jalannya, maka teranglah kenapa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam  mewajibkan seluruh umat untuk mencari ilmu. Ilmu syariah yang akan menuntunnya kepada kebenaran hakiki, kepada Ridha-Nya.

Teguhlah sauadaraku!
Jangan jadikan berbagai merek pesawat dengan tujuan yang sama itu sebagai bahan “gosip akidah” yang tiada ujung hingga menimbulkan permusuhan dan menjadikan celah-celah bagi para pembajak pesawat yang ingin menjatuhkannya dengan berabagai logo-logo menyilaukannya.

“Jangan biarkan gelombang kehidupan membawa kita kepada satu pelabuhan yang tidak kita ingini”.

Kata sesal memang selalu datang di waktu yang tidak tepat, keberadaannya tidak kita sadari dan sulit dihindari. Usia makin berkurang, dosa semakin bertambah dan waktu semakin sulit dikendalikan.

Jangan menunggu hingga usia senja, tuntutan karir hanya akan terus membius kita dan melupakan kita kepada perencanaan jangka panjang di negeri akhirat yang seharusnya kita persiapkan sedari awal.

Jangan kita terus membiarkan hari demi hari lewat begitu saja, hingga tidak terasa usia terus beranjak remaja, dewasa, tua dan penglihatan mulai nanar..

Kebutuhan semakin mendesak dan meningkat waktu demi waktu, tanggung jawab pun bertambah seiring berubahnya pencapaian dan level status sosial yang hampir saja menjadi objek dari keseluruhan hidup ini. Sementara keinginan untuk serius beribadah terus tertunda dan ditunda lagi, hingga nanti, nanti dan nanti.

Akankah kita masih berencana setelah nanti bahu kita tidak kuat lagi, setelah kaki mulai gemetar.. suara mulai parau.. mata mulai butuh bantuan kaca pembesar... dan fikiran mulai fikun?

Satu satunya teman kita nanti adalah penyesalan. Kata sesal yang selalu datang tak pernah tepat waktu, selalu telat dan tidak punya solusi.

Waktu yang tepat untuk "serius ibadah" adalah saat ini. Saat nafsu didada kita masih berkobar. Saat optimisme hampir saja membuat kita terlupa, bahwa kita akan kembali.

Waktu yang tepat itu saat ini, saat hati kita melembut oleh sentuhan yang menyentuhnya. Tidak lain, itu adalah hidayah-Nya sebagai hadiah bagi sesiapa saja yang berusaha dengan sungguh-sungguh mencarinya, hingga ia dikehendaki-Nya.

“Management Kematian” adalah topic yang saya suguhkan sebagai nasihat kepada diri saya sendiri dan siapa saja yang di izinkan Allah Subhannahu wa Ta’ala untuk mendengarnya. Agar kita tidak melulu berpacu untuk mensukseskan management hidup tapi juga mengingat sebuah management yang urgensinya lebih urgent.

“Jangan menunggu masa tenang untuk memulai, lautan itu tidak akan pernah tenang. Lautan obsesi akan terus mengombang-ambing kita, badai ujian akan terus berdatangan, seperti ombak yang tidak jemu mengunjungi pantai”.

Ketenangan itu tidak akan pernah kita temui, jika tidak kita ciptakan sendiri. Masa tenang itu tidak akan pernah ada di dunia fana ini, ketenangan yang haqiqi hanya akan kita temukan di syurga kelak.

Keseriusan mutlak harus kita bubuhkan di setiap persimpangan-persimpangan yang kita lalui saat ini, bukan nanti disaat saat tertentu yang kita rencanakan. Sebuah masa yang entah akan kita temui atau tidak.

Yang kita butuhkan adalah sebuah kontruksi kesungguhan dan kekokohan Iman. Sebuah keseriusan, dalam setiap hal-hal kecil hingga hal-hal besar yang telah menjadi kewajiban kita sebagai hamba Allah yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya.

Jika kita tidak segera memposisikan diri kita sebagai Hamba Allah, maka opsi lain adalah menjadi hamba Syaitan yang hina. Sebentuk tubuh yang diperbudak hawa nafsu, hawa dunia dan segala keindahannya. Jangan kehidupan yang singkat ini menenggelamkan kita dalam lautan obsesi duniawiah dan idealism-idealisme jangka pendeknya.

Melembutlah wahai hati..
Mari rubah fokus kita kesana.
Karena kita memang akan pulang.
Pilihan terbaik saat kita tersesat adalah kembali, sebelum kita menemukan diri ini semakin tersesat dan benar-benar lupa untuk kembali.

Simpanlah obsesi-obsesi itu dalam prioritas kesekian, karena sungguh…hari demi hari yang kita lewati, jam demi jam, menit demi menit telah dan akan tertulis rapi dalam catatan amal yang akan dihamparkan dihadapan kita di hari hisab kelak.

“Jika kita mengimani bahwa syurga-Nya itu abadi, maka neraka-Nya pun abadi. Dan disana tidak ada kematian lagi”.

Mari kita memulai untuk merekontruksi niat, merubah fokus dan menyeimbangkan management kehidupan ini dengan management kematian. Sehingga tolak ukur kesuksesan kita tidak hanya harus dilihat dari kacamata dunia saja, tetapi juga sisi lain yang porsinya jauh lebih utama; tentang keselamatan kita di negeri akhirat sana.

Hingga setidaknya, kita akan merasakan kepuasan dan tidak mudah patah dengan kegagalan - dalam bentuk apapun – selama kita masih mampu melaksanakan kewajiban kita sebagai Hamba Allah, bukan hamba syaitan yang selalu menawarkan keserakahan duniawiyah.

Ketika kita mampu mengaitkan seluruh kejadian di dunia ini dengan pertimbangan akhirat kita, disertai dengan kokohnya kontruksi pilar pilar iman yang kita miliki, lalu kita realisasikan dalam jalanan al Islam dan siap memenuhi segala konsequensinya sebagai Hamba maka Insya Allah..  kita berdo’a, semoga Allah Subhannahu wa Ta’ala menggolongkan kita menjadi Hamba-Hamba-Nya yang selamat hingga akhirat dan menetap disana dalam keridha'an-Nya.

.....
BUKU REHAB HATI - NAI
Hal 94 - 98 (Insya Allah, jika ada umur panjang bersambung hingga Hal 450)

Bukunya tersedia, inbox ana langsung dengan format pemesanan: NAMA, ALAMAT, No HP, dan Jumlah Pesanan.

Salam Bahagia
Nuruddin Al Indunissy

Sunday, September 2, 2012

ZINAKU BERAWAL DARI FACEBOOK


Ya Rabb..Inilah pengakuanku...
Aku berzina terang-terangan dalam penglihatan-Mu… .

Ya Allah…. Dadaku berdetak..Tangan dan tubuhku menggeletar..
Menantikan pengadilan di hadapan-Mu..
Akhirnya malaikat itu datang Membawa catatan amalanku di dunia..
Dibukanya layar….Ditampilkan seluruh aktivitas duniaku..
Apa yang kulihat..sangat membuatkanku menyesal….

Ya Rabb..kenapa mulutku tidak dapat berbicara..?
“Aku dulu selalu melihat wajah tampan laki-laki bukan muhrim..!” Ku dengar mata berbicara lantang...
Lalu terlihat di layar..aku sedang menatap wajah-wajah tampan teman chatting.. teman facebook dan semua teman laki lakiku.

Malunya aku Rabb…
“Aku dulu selalu mendengar kalimat mesra dari seorang lelaki yang haram bagiku..!”
Kali ini telingaku bicara.
Ya sewaktu di dunia aku hanya sibuk bergayut dengan kekasihku...Dia memanggil aku ‘sayang’, aku pun sama…

Rabb… Kenapa semua aktivitas ku penuh maksiat..?
Kenapa kegiatanku hanya bercinta..?
Kenapa hari-hariku hanya disibukkan dengan nafsu syahwat semata..?
Layar itu masih memancarkan kegiatan harianku...
Yang paling sering muncul adalah wajah seorang lelaki yang sampai sekarang belum pernah aku temui...Walaupun hingga ajalku menjemput..

Aku sedang bertelefon ria dengan dia..dan bersayang-sayangan dengannya..
Lelaki itu..wajahnya sungguh menarik hatiku...
Dialah salah satu teman facebook..
Komunikasi di facebook..berlanjutan ke sms..lalu telefon...

Sekedar mengingatkan untuk sarapan dan makan...Setelah itu...semakin intim hubungan kami..
Tengah malam selalu menjadi waktu paling menyenangkan bagi kami...
“Sayang..aku mencintaimu…”

Ya Tuhan.. Sia-siakah hariku..?
Tiap detik aku menghabiskan waktuku hanya untuk menghubungi dia..
Tiap menit aku hanya memikirkannya..
Bahkan pada waktu menghadap-Mu… aku tak mengalunkan ayat-ayat-Mu..apa lagi qiamullail..

Rabb… Malam itu dia menghubungiku.. Malam kematianku...
Seperti biasa dia menanyakan kabarku..bertanya tentang aktivitasku..bertanya tentang keluargaku...
Dan hal yang selalu kami lakukan…Dia memanggilku ‘sayang’ dan aku pun demikian….
Aku sungguh menaruh hati padanya...Aku mencintai dia..seorang lelaki yang belum pernah aku temui...

Allah… Aku mengaku salah..
Aku berpacaran dengannya.. walaupun kami tak pernah bertemu...

Aku berzina..! Lidahku berzina mengucap sayang padanya tanpa didasari ikatan pernikahan..

Telingaku berzina mendengarkan pujian sayang dan kalimat mesranya padaku..

Mataku berzina melihat foto-fotonya...

Hatiku berzina karena selalu merindukannya.. .

Allah… Aku sudah menghadap-Mu dalam su’ul khotimah...
Ku mohon..sadarkan lelaki itu Ya Allah.
Jangan biarkan dia mati dalam keadaan seperti itu...Sadarkan dia ya Rabb…
Dari Facebook semuanya berawal..

Allah.. aku berzina...
Seberapa kecil pun..aku sudah berzina..
Mataku..telinga ku..lidahku..hatiku…..
Menetes air mata ini...Andai aku dapat kembali ke dunia lagi….

===

from : islam itu indah

Thursday, August 30, 2012

Menanamkan Cinta pada Allah & Rasulnya




Keimanan tidak akan menjadi kuat tanpa adanya rasa cinta (mahabbah). Rasa cinta itu dapat ditimbulkan dengan suatu pembiasaan yaitu dengan mengubah lingkungan sekitar, sehingga senantiasa mengingatkan kita kepada orang yang kita cintai. Tanpa sadar seluruh diri kita akan terbiasa dekat dengan lingkungan yang senantiasa berada di sekitar kita dan timbul rasa cinta yang begitu kuat tertanam sangat dalam.


Berikut adalah langkah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah SAW. pada diri Anak:

Rasa Cinta Kepada Allah


"Katakanlah, jika engkau (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lahi Maha Penyayang". (QS. Ali Imran: 31)

Ibnu Taimiyah berkata: "Sungguh kasihan para penduduk dunia, keluar dari dunia dan belum merasakan sesuatu yang paling nikmat dariNya". Ada yang bertanya, "Apa yang paling nikmat dariNya?". Dia menjawab: "Cinta Allah SWT".

Rasa cinta kepada Allah (mahabbatullah) adalah rasa cinta paling tinggi yang dapat diwujudkan seorang hamba kepada Tuhannya. Mencintai Allah menjadi bentuk syukur yang paling indah dari seorang makhluk kepada penciptanya. Anak-anak pun sedari dini dapat diajarkan untuk mengenal Allah SWT. Setelah mengenal dirinya dan mengenal Allah SWT dengan baik serta terbiasa beribadah semata karena Allah SWT, anak dapat dilanjutkan kepada tahap berikutnya. Yakni tahapan untuk belajar mencintai Allah SWT. Berikut beberapa langkah efektif untuk mengajak anak mencintai Allah SWT:

 a. Seringlah menyebut asmaNya.
Kita terbiasa untuk mengucapkan kalimah thayyibah atau kata-kata yang baik dan mengingatkan kepada Allah SWT, akan mudah untuk mengajak anak berbicara baik sekaligus ingat kepada Allah. Hal ini memang tidaklah mudah dilakukan karena pengaruh eksternal yang luar biasa besar. Tapi, kita bisa mengupayakan untuk meminimalisir pengaruh luar dengan banyak memberikan input positif untuk otak anak-anak kita.

b. Ajari Untuk memahami sifat-sifat Allah
Sifat-sifat Allah yang tersurat dalam Asmaul Husna layaknya senantiasa kita ajarkan kepada anak. Baik dalam situasi belajar maupun bermain. Asmaul Husna pun bisa kita selipkan dalam doa sehari-hari dan dilakukan secara bergantian dari 99 sifat yanga ada. Insya Allah, sifat-sifat Allah SWT akan tertanam kokoh dalam jiwa anak.

 c. Ajari Bersyukur.
Sewaktu dalam kondisi gembira (otak dalam keadaan alpha) sebutlah bahwa nikmat dan rasa gembira ini datang dari Allah SWT. Anak-anak yang kondisi otaknya dominan dalam keadaan alpha adalah saat terbaik untuk mengajari bersyukur kepada Allah SWT. Jelilah melihat peristiwa yang bisa kita jadikan momen untuk mengajari anak bersyukur. Walaupun peristiwa tersebut kecil namun jika membekas dalam hati anak, pasti anak akan paham bahwa kita harus bersyukur kepada Allah SWT.

d. Kaitkan semua kebaikan dengan Allah SWT. 
Semua kebaikan yang kita terima pada hakikatnya adalah karena Allah SWT. Bagaimana cara menyampaikan hal itu kepada anak-anak kita?. Allah harus senantiasa berada di lisan dan hati seorang ibu. Seorang ibu yang di hatinya selalu mengingat Allah, dengan tulus merupakan tenaga yang amat kuat untuk menularkannya kepada anak. Anak yang sudah tertulari hal positif dari ibunya akan mudah mengaitkan segala apapun kepada Allah SWT.

 e. Lakukan dengan dialogis.
Jangan dikira anak-anak kita tidak bisa diajak berdialog. Semua anak bisa kita ajak diskusi dengan cara yang sesuai dengan usia mereka. Semakin anak diajak diskusi, akan lebih mudah menerapkan sesuatu yang disepakati bersama. Mengajak anak untuk memulai segala sesuatu dengan basmalah misalnya, akan lebih berarti jika mereka sudah memahami dengan benar mengapa mereka harus melakukan seperti itu.

Rasa Cinta Kepada Rasulullah



"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik baik orang yang menghendaki Allah dan hari akhir". (QS. Al Ahzab: 2)

Inti dari rasa cinta kepada Rasulullah SAW adalah menjadikannya lebih kita cintai dari pada diri, harta dan anak-anak kita sendiri. Mencintai Rasulullah SAW merupakan salah satu pondasi keislaman kita. Bahkan keimanan kepada Allah SWT, tidak akan sempurna kecuali dengan mencintainya.

Cinta Rasulullah SAW sebaiknya juga kita ajari kepada anak sedini mungkin. Semakin dini akan semakin tertanam dalam  diri anak. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mengajari anak untuk mencintai Rasulullah SAW. berikut diantaranya:



a. Sering bershalawat Kepadanya.
Sebelum berdosa lantunkan shalawat dengan keras sehingga anak bisa mendengar dan mengikutinya. Pada berbagai acara yang mengumandangkan shalawat, anak bisa kita ajak untuk ikut serta. Di rumah pun sering-seringlah bershalawat, misal saat menidurkan si kecil.

b. Ceritakan Kisah-kisahnya.
Kisa nabi dan rasul kini bisa kita dapatkan dalam berbagai media, baik itu buku, CD, VCD, atau DVD. Semua kita bisa manfaatkan agar anak bisa lebih mudah memahami kisah-kisah Rasulullah SAW. Selain itu kita juga menggunakan sarana-sarana yang lain seperti puzzle, permainan anak tangga anak shaleh, atau permainan kartu yang berhubungan dengan kisah nabi. Permainan seperti ini selain menarik juga menjadi alat untuk bermain sambil belajar.

 c. Ceritakan betapa mulia dirinya
Jangan bosan untuk menceritakan betapa mulianya beliau. Imbangi dengan darana yang memadai. Kalau cerita-cerita yang sedang populer sekarang dijadikan bandingan, mengapa tidak? Misalnya saja sambil anak-anak mengagumi kehebatan Naruto, kita juga gambarkan betapa para nabi juga mempunyai kisah yang luar biasa.


d. Jalankan sunnahnya
Rasulullah SAW sebagai pribadi yang mulia dan diakui sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia sepatutnya menjadi panutan keluarga. Ayah hendaknya meniru perilaku dan menjalankan sunnahnya. Ibu juga demikian adanya, sehingga anak tinggal meniru perilaku mulia kedua orang tuanya bukan?


e. Lakukan secara dialogis
Sekali lagi, pelaksanaan sesuatu akan lebih mantap setalah anak menyepakati dan memahaminya. Tidak ada cara yang lebih baik ketimbang dialog. Jadikan dialog sbagai metode yang paling diperhitungkan.

Saturday, August 25, 2012

IKHWAN PLAYBOY?



Ternyata bukan cuma isepan jempol.
Gak taunya emang jempolnya bener-bener ada...
eh sorry, maksudnya yg kayak beginian emang ada.
Anehnya, masih ada aja cewek (termasuk yg udah pake jilbab rapi) yg kena dikadalin. Klo dah begini, gw gak bisa nyalahin cowoknya 100%.

Udah jelas salah ngajakin ktemuan, jalan bareng, makan bareng trus digombalin dgn janji mau dinikahin... ujung2nya giliran ditagih janjinya... ngeless dan susah dihubungin... masih mau percaya juga??

Jadi buat para cewek pada umumnya termasuk yg udeh pada make jilbab rapi, pliss deh... jangan suka bermain api. Kecil masih temen, besar jadi ngejerumusin. So, jangan ngasih peluang buat playboy2 cap kampak yg akan ngenganggu lo. Gw tau lo lg butuh pengen nikah. Inget, bisa jadi die kagak niat gangguin lo, tapi gara2 liat foto2 narsis lo... jadi pengen deh. Awalnya sih cuman say hello, trus say something, akhirnya do something. Ingat !!! Keplayboy-an timbul bukan cuma krn adanya niat tapi juga lantaran adanya kesempatan.

Trus buat para cowok gatel yg udah kebelet banget nikah tapi kagak gablek pulus, mending lo puasa deh sambil usahe nyari duit yg bener buat modal kawin. Daripada lo ngadalin anak perawan orang cuman buat senang2 doang... emang sih kagak lo apa-apain, paling banter lo pegang tangan, pegang ini, pegang itu, cium ini, cium itu, melototin ini, melototin itu... tetep aje... inget dosa bro !!!

Dan buat lo semua (cewek/cowok) yg katanya udah ngaji, tolong deh jaga tuh pergaulan dan adab2 khususnya di dunia maya. Emang dikira kagak ditanya entar di yaumul hisab ??!!


#copas dari ust Rindro Suluh Nugroho

REMPELAS.com Aman dalam Berbagi
DAPAT UANG